Kabar PPMI

Mahasiswa Baru Yang Di Terima Di Jurusan Ma'had Lughah King Saud University 2010/1431 H

 berikut ini adalah nama- nama yang di terima pada jurusan Mah'ad Lughah Universitas Raja Saud Riyadh, nama- nama ini berdasarkan putusan Syiar Qobul ( Letter Acceptance) yang di berikan oleh Pihak Universitas  kepada perwakilan (mandub) mahasiswa Indonesia

Jurusan Tadribul Muallimin :
1. Daiman Surono Mulyono
2. Ahmad Subuhan
3. M. Zulifan

Jurusan I'dadul Muallimin :
1. Ahmad Sujai
2. Ahmad Zamroni

Jurusan Lughoh wa Tsaqofah :
1. Adam Aziz
2. Abdul Halim Aynul Ghurri
3. Huzaifah Nuryadi Asmawi

untuk informasi lebih lanjut bisa berhubungan langsung dengan Mandub/perwakilan mahasiswa Indonesia, Mubasyir Munir email :  This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it sto  This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ato email administrator via webiste PPMI Riyadh bisa juga via telpon seluler (HP) no : 085856559662

Mahasiswa Indonesia Menjuarai “Konferensi Mahasiswa Arab Saudi Pertama"

Di tengah kondsisi bangsa Indonesia saat ini yang penuh dengan gejolak, mahasiswa Indonesia di Arab Saudi khususnya Ibukota, Riyadh, mampu menunjukan jatidiri  dan prestasinya. Konferensi mahasiswa se- Arab Saudi yang pertama kali  ( 1 – 3 maret 2010) menjadi bukti akan kemampuan mahasiswa Indonesia di Arab Saudi, tidak hanya dalam bidang Pendidikan islam ( tarbiyah Islamiyah) tapi juga dalam segment sains dan teknologi.  Tak kurang dari tujuh mahasiswa Indonesia telah mengambil bagian dalam konferensi yang baru pertama kali di adakan itu. Untuk konferensi tingkat kampus, yang di adakan oleh Kampus King Saud University Riyadh, sekitar delapan mahasiswa telah ikut serta dalam acara yang cukup “megah” bagi kalangan mahasiswa di Arab Saudi. Dalam konferensi tingkat Kampus, King Saud University, tiga mahasiswa keluar sebagai pemenang utama untuk kategori masing-masing. Ahmad Chafidz (mahasiswa master jurusan teknik kimia) keluar sebagai juara untuk kategori Nanotechnology, Jhony Herwan (mahasiswa master jurusan teknik mesin) memenangi untuk kategori teknik dan Alan Soffan ( Mahasiswa master jurusan perlindungan tanaman ) menjuarai untuk kategori pertanian.  Acara pemberian hadiah, masing- masing uang 20 ribu riyal, di serahkan secara langsung oleh Rektor King Saud University dalam acara yang berlangsung khidmat.

Konferensi mahasiswa se Arab Saudi yang bertempat di King Fahad Cultural Centre di Kota Riyadh, mahasiswa Indonesia ikut serta dalam kategori Poster dan Oral Presentasi. Dalam acara ini satu orang mahasiswa Indonesia ( Achmad Chafidz, mahasiswa master teknik kimia) memenangi untuk kategori poster dan berhak atas hadiah uang seribu riyal.

Semoga jerih payah mereka dalam membawa nama bangsa Indonesia di Ridhoi Allah SWT, Selamat Dan terus bergerak mahasiswa Indonesia.

Kegiatan PPMI Riyadh Menjelang Akhir Tahun Ajaran 1430/1431H

Menjelang berakhirnya tahun ajaran pendidikan 1430 H/1431H PPMI Riyadh akan menyelenggarakan dua kegiatan, Pelatihan Dasar Kepemimpinan II dan Pelatihan Khutbah Jumah. Pelatihan tersebut memiliki segment yang berbeda, Pelatihan Dasar Kepemimpinan di tujukan untuk Pelajar dan Mahasiswa Riyadh sementara Pelatihan Khutbah Jumat di fokuskan untuk masyarakat secara umum termasuk mahasiswa dan guru.  Di latarbelakangi akan pentingnya pengetahuan dan ilmu mengenai khutbah jumat akan maka di rencanakan acara akan berlangsung dalam waktu dekat ( 4 Juni 2010).  Untuk memudahkan akses bagi masyarakat dan syiar islam, dalam pelaksanaanya, Pelatihan Khutbah Jumat akan bertempat di Kantor Penerangan dan dakwah bagi pendatang di Raudhoh ( Kantor Jaliyat Raudhoh).  Sebagai pemateri sudah di rencanakan tiga pembicara utama yang kompeten di bidangnya, Ustadz Sholahuddin Lc, ustadz Hidayat Mustafid MA, dan Ustadz Abdullah Haidir Lc.

Seminar Fenomena Sihir dan Pengobatannya

Departemen Da’wah PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) Riyadh pada hari Jumat, 23 April 2010 berhasil menyelenggarakan salah satu programnya yaitu, Seminar “Fenomena Sihir dan Pengobatannya” bagi masyarakat Indonesia yang berada di Riyadh, Arab saudi. Seminar ini dilaksanakan di aula SIR (Sekolah Indonesia Riyadh) mulai dari pukul 08.30 waktu Riyadh hingga menjelang waktu Ashar.

Acara pembukaan ini dihadiri oleh seluruh peserta yang terdiri dari para mahasiswa Indonesia, para guru dan siswa SIR (Sekolah Indonesia Riyadh), perwakilan para pekerja Saudi bin Laden company, perwakilan FORMATRA (Forum Majelis Ta’lim Riyadh), perwakilan Tim Buletin Islam “Tsaqofah”, dan pejabat-pejabat tinggi Kedutaan Besar Republik Indonesia diantaranya adalah, Drs. Gatot Abdullah Mansyur (Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab saudi), Sukamto S.H (Wakil Kepala Perwakilan Republik Indonesia), Dr. Muhammad Lutfi Zuhdi (Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia), Drs. M. Masykur Hasan, M.si (Kepala Sekolah Indonesia-Riyadh).

Dalam sambutannya Kedubes RI, menyatakan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia dan pengurus PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) Riyadh atas terselenggaranya acara seminar ini. Yang mana, seminar ini sangat penting dan bermanfaat bagi para WNI (Warga Negara Indonesia) di Riyadh. Bahwasanya banyak TKI (tenaga Kerja Indonesia) yang terseret kasus sihir-menyihir ini dan hukumannya adalah hukum qishos, sebagaimana yang telah diundang-undangkan oleh pemerintah Arab Saudi. Dan juga bahwasanya telah terjadi salah kaprah yang terjadi di kalangan masyarakat Arab Saudi tentang perilaku dan kebiasaan masyarakat Indonesia di Riyadh ini. Sebagai contohnya, ada seorang masyarakat Indonesia yang memotong kuku dan menaruh sampah potongan kukunya di jok mobil dengan cara dikumpulkan pada satu tempat yang mana pada nantinya akan dibuang, namun karena orang tadi kelupaan membuang sampah potongan kukunya dan masih tertinggal di jok mobil, maka majikannya itu pun mengambil kesimpulan bahwasanya orang tadi berniat untuk menyihirnya atau menuduh seseorang tadi memakai jimat dari potongan kuku tersebut. Seperti inilah fenomena yang terjadi di kalangan masyarakat Indonesia yang berada di Riyadh, Arab Saudi.

Seminar ini berjalan dengan sangat menarik, terlihat dari antusiasme para peserta dalam mengajukan berbagai pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan tema diatas. Seminar ini juga sangat penting, ditunjukkan dengan hadirnya para pejabat-pejabat tinggi Kedutaan Besar Republik Indonesia, diantaranya Bapak Duta Besar beserta jajarannya yang bersedia mengikuti seminar ini hingga selesai. Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi pengurus PPMI Riyadh, yang mana sangatlah jarang para pejabat-pejabat tinggi KBRI mengikuti acara seminar hingga akhir disela-sela kesibukan mereka.

Perguliran Tongkat Estafet 2010/2011

                                                                         Tongkat Estafet telah Digulirkan.

 

Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Arab Saudi cabang Riyadh-yang sering disingkat menjadi PPMI Riyadh, pada hari Kamis, tanggal 21 Januari 2010 lalu Alhamdulillah telah berhasil melaksanakan musyawarah cabang (Muscab).

Bertempat di Aula Sekolah Indonesia Riyadh (SIR), Muscab yang dihadiri oleh 36 anggota PPMI Riyadh ini memiliki 2 agenda utama, yaitu: Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pengurus PPMI Riyadh periode 2007-2009 dan pemilihan ketua PPMI Riyadh periode 2010-2011.

Acara dimulai pada pukul 9 pagi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan serangkaian sambutan perwakilan PPMI pusat Arab Saudi-yang dilakukan oleh Bapak Mujtahid Kaavisena, serta perwakilan PPMI Riyadh (merangkap panitia) oleh Bapak Abdul Wahid Ali Wafa. Setelah sambutan-sambutan selesai diberikan, Muscab memasuki acara inti pertama: LPJ pengurus PPMI Riyadh periode 2007-2009.

Pengurus PPMI Riyadh 2007-2009 yang dinakhodai oleh Bapak Abdul Wahid Ali Wafa (mahasiswa S1 jurusan Tarbiyah KSU), telah mengemban amanat ini selama 2 tahun 7 bulan, mulai 17 Juni 2007 sampai dengan 17 Januari 2010. Dalam kurun waktu ini, beberapa program yang telah direncanakan berhasil dijalankan dengan baik, meskipun masih terdapat program-program yang tidak terlaksana. Penyebab utamanya adalah ketidakcocokan waktu kegiatan PPMI dengan jadwal kegiatan para anggota PPMI Riyadh. Terlepas dari itu semua, para peserta Muscab akhirnya memutuskan untuk menerima LPJ pengurus 2007-2009. Alhamdulillah, betapa bahagianya para pengurus lama dengan hasil ini.

Setelah menyelesaikan acara inti yang pertama, para peserta muscab kemudian kembali harus fokus untuk mengikuti rangkaian acara pemilihan ketua PPMI Riyadh periode 2010-2011. Pembacaan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPMI Arab Saudi menjadi acara pembuka acara inti kedua ini.  Pembacaan AD/ART PPMI Arab Saudi bertujuan untuk menjelaskan kepada para peserta Muscab landasan hukum dalam pemilihan ketua baru. Pada pemilihan tahap I, para peserta memilih (untuk kemudian menuliskan) 3 nama dari 33 nama bakal calon ketua yang nantinya akan menghasilkan 3 calon ketua berdasarkan jumlah suara terbanyak. Mohammad Kamiluddin (S2 Teknik Kimia KSU) dengan 22 suara, Boy Valenza Damiri (S2 Plant Protection) dengan 17 suara dan Abdurrahman Wahid (S2 Fiqih dan Ushul Fiqih) dengan delapan suara, merupakan tiga calon ketua dengan jumlah suara terbanyak yang berhak maju ke pemilihan tahap II.

Tiga calon ketua ini selanjutnya menyampaikan visi dan misinya masing-masing kepada para peserta sebelum memasuki pemilihan tahap II. Sedikit berbeda dengan pemilihan tahap I, kali ini para peserta hanya memilih 1 nama dari 3 calon ketua. Dan kali ini pula, panitia Muscab menerima 4 sms  sebagai suara yang sah dari 2 mahasiswi KSU dan 2 mahasiswa Universitas Imam bin Saud, sehingga total suara yang masuk adalah 40 suara. Dengan perolehan 23 suara (57.5%), Mohammad Kamiluddin terpilih menjadi ketua PPMI Riyadh yang baru, masa bakti 2010-2011 mengungguli Boy Valenza yang mendapatkan 14 suara (35%) dan Abdurrahman Wahid dengan 3 suara tersisa (7.5%).

Kehadiran Ketua PPMI pusat Arab Saudi untuk melantik ketua terpilih yang baru, menambah kesan dan makna tersendiri dalam acara Muscab ini. Setelah prosesi serah terima jabatan selesai, ketua PPMI Riyadh yang baru, memberikan pidato perdananya kepada para peserta Muscab. Acara ditutup  dengan makan siang bersama. Akhirnya, kami ucapkan terima kasih atas kerja dan bakti yang telah diberikan oleh para pengurus 2007-2009 dan selamat bekerja kepada ketua PPMI Riyadh masa bakti 2010-2011. Bismillah!!

Page 1 of 2